Resep Sate Lilit dari Bali yang Khas

Pernah mencoba sate lilit? Kalau belum berarti anda kalah sama turis absurd yang sering berkunjung ke Bali. Sate lilit ialah sate khas dari pulau dewata. Biasanya turis-turis , naik turis absurd maupun domestik suka merasakan sate ini. Pada umumnya , sate lilit berbahan dasarkan tuna atau kakap yang dicampuri kelapa parut. Beda dengan sajian sate umumnya , sate yang biasa dipotong kecil-kecil , kali ini daging ikan dicincang hingga bener-bener halus. Lalu bagaimana mampu menempel pada tusuk sate? Nah , yuk cari tahu caranya pada resep sate lelet berikut ini.

Sate lilit khas masyarakat Bali dibakar di atas tempurung kelapa , bukan arang kayu menyerupai yang kita kenal. Untuk sambalnya pun bukan sambal kacang menyerupai sate ayam Madura , ataupun sambal kecap menyerupai sate kambing. Secra lengkap silahkan simak step pembuatannya.

Bahan utama sate:

  • Daging kakap / tuna (300 gr.)
  • Gula mer@h (50 gr.)
  • Daun jeruk (3 lemb@r)
  • Garam (stu sdk the)
  • Kelapa yang diparut (100 gr.)
  • Tusuk sate (20 tusuk)
Untuk bumbu-bumbunya:
  • bwg putih (3 syung)
    Resep Sate Lilit
  • bwg merah (5 bh)
  • kencur dan kunyit (masing-masing 1 ruas jari)
  • kemiri (sebutir)
  • terasi (setengah sendok teh)
  • gula jawa (satu sendok the)
  • cabe rawit (2 bh)
  • daun jeruk (2lembar)
  • serai (1 bh) memarkan
  • minyak klapa (satu sendok teh)

Cara membuat
  1. Haluskan semua bumbu-bumbunya kecuali serai dan daun jeruk , lalu tumis.
  2. Sambil di aduk dengan spatula , tambahkan daun jeruk dan serai. Sisihkan , kita urus ikannya dulu.
  3. Daging tuna atau kakap (pilihan anda) dicincang hingga halus. Lalu campur dengan bumbu halus yang ditumis tadi.
  4. Beri garam , jeruk , kelapa parut , dan gula merah. Campurkan dan aduk hingga menjadi adonan yang kalis.
  5. Adonan ini kita tempelkan pada tusuk sate. Kepalkan hingga padat berbentuk lonjong.
  6. Baru dibakar hingga matang di atas bara api.

Resep sate lilit ini agak sedikit rumit dari sate biasa ya , makanya jarang kita temukan di sekitar kita. Kalau gak di Bali mungkin jarang mampu kita temukan. Met mencoba…

Komentar